Home / Uncategorized / 8 Kebiasaan Kencan Masyarakat Korea dan Jepang

8 Kebiasaan Kencan Masyarakat Korea dan Jepang

    
       Kebiasaan kencan di Korea dan
jepang, ternyata berimbas juga loh bagi perekonomian negara tersebut, gak
percaya? Coba kita simak berbagai kebiasaan tersebut.
1.       Confess alias Menyatakan cinta
Untuk masyarakat
Korea dan Jepang, menyatakan cinta dari seorang pria kepada wanita yang selama
ini ditaksir adalah hal yang penting. Rasanya kurang afdol, kalau sepasang
kekasih berkencan tanpa adanya “penembakan” terlebih dahulu. Dan kegiatan
tembak-menembak ini merupakan ritual yang disiapkan. Baik kalimatnya, bahasa
tubuhnya, maupun property yang ada di
sekelilingnya, seperti bunga, lilin, musik, hadiah, dan lain-lain.
Bisnis dalam
menyatakan cinta di Korea termasuk subur dan banyak di cari orang, seperti
restoran romantic, bahkan ada tempat khusus untuk “menembak.” Namanya, Namsan
Tower. Di atas tower ini, para pasangan bisa membeli kunci dan gembok, kemudian
ditempelkan di dingding yang sudah disediakan. Di gembok tersebut, para
pasangan bisa menuliskan janji setia atau kata-kata yang indah lainnya. Namsan Tower
adalah salah satu tempat favorit bagi turis yang mengunjungi Seoul.
2.       Punya
Benda-benda “Couple”
Masyarakat Korea
terutama, kalau sedang memadu kasih, basanya memiliki barang-barang yang sama.
Baik pasangan laki-laki dan wanita, menggunakan “Couple things” tersebut. Mulai
dari kaos yang sama, tempat ponsel, gantingan kunci, kaca mata, sepatu dan lainnya.
Dan mereka tidak malu-malu untuk memperlihatkannya. Justru dengan memiliki
barang yang sama, mereka sedang memplokamirkan cinta mereka.
Bisnis “couple
thing” termasuk yang banyak dicari di pasaran online. Beberapa bahkan sengaja
membuat barang yang “cutome made” (sesuai pesanan), misalnya parfum khusus yang
dibuat oleh seorang wanita untuk kekasihnya, yang mencerminkan wewangian
tertentu. Atau, pehiasan seperti cincin, gelang, kalung yang bisa dikreasikan
sendiri oleh pemesannya.
3.       Pergi
bersama ke tempat yang romantis
Bisnis
pariwisata taua tempat berlibur merupakan salah satu bidang yang mendukung para
pasangan untuk bisa memadu kasih. 
Di Korea dan
jepang, salah satu tempatnya dikenal dengan istilah “Hotel Cinta” Hotel ini
akan sangat ramai dikunjungi pada Bulan Februari dan Maret. Kebanyakan masyarakat
Korea masih tinggal bersama orang tua walau sudah menikah. Dengan demikian,
kehidupan romantisme mereka bisa jadi sangat terbatas. Adanya hotel cinta,
membantu para pasangan suami istri untuk berdua-duaan, tanpa gangguan dari
keluarga besar.
4.       Perayaan
Valentine dan White Day
Korea dan Jepang
merupakan dua negara yang menganggap perayaan Valentine dan White Day adalah
penting. Perayaan Valentine biasanya ditandai dengan pemberian cokelat dari
pihak wanita kepada pria yang disukainya. Nah, perayaan “White Day” adalah
balasan dari pria kepada wanita yang dianggap sesuai dengan tipenya. Pada saat
White Day, ditandai dengan pria yang memberikan cokelat atau bunga putih kepada
wanita yang dipilihnya. Perayaan ini umumnya dilakukan oleh para remaja.
Bisnis yang
menjamur saat Valentine dan White day adalah bisnis cokelat, bunga, permen, bungkus kado, pita, pernak
pernik maupun asesoris bagi pria dan wanita, sampai pemesanan hotel.
5.       Ikut
Kencan Buta atau Biro Jodoh
Bagi kaum dewasa
yang belum menikah, kebiasaan lainnya adalah ikut kencan buta maupun biro
jodoh. Biasanya ini dialami oleh mahasiswa tingkat ahir maupun karyawan/
karyawati.
Kencan buta atau
dijodohkan, bisa diatur oleh teman, orang tua atau nenek/kakeknya. Ini hal yang
sangat biasa di Korea dan Jepang, tidak perlu merasa tersinggung atau merasa
hak asasinya diobok-obok. Masyarakat Korea dan Jepang, menganggap perjodohan
adalah hal yang lumrah dan ajang mencari teman baru. Bila tidak sukses tidak
mengapa, mereka tetap mencari dan melanjutkan hari-hari seperti biasa.
Ikutan biro
jodoh melalui komunitas online juga hal yang dilakukan untuk bisa menemukan
pasangan. Beberapa situs kencan bahkan ada yang menawarkan keanggotaan
berbayar, agar anggotanya bisa menemukan pasangan yang ideal.
6.       Pria
yang Membawakan Tas Kekasihnya
Jika Anda melihat
pria membawakan tas cangklong kekasihnya, ini juga hal yang sangat biasa di
Korea. Artinya, para pria tersebut peduli dengan kekasihnya, ia tidak malu
membawa-bawa tas wanita dan terkesan “cemen.”
Kebiasaan lain
seperti menggandeng tangan kekasih, memasukkan tangan kekasihnya ke dalam saku
jaket saat musim dingin juga dianggap romantis dan menunjukkan sikap yang
gentleman.
7.       Perayaan
100 Hari, 200 hari dan 1000 hari
Kebiasaan lain
yang cukup unik adalah perayaan hari “jadian” yang ke-100, 200 bahkan 1.000
hari. Waduh, benar-benar harus menyediakan budget
khusus ya? Karena dalam perayaan ini, biasanya ada kue-kue, kado khusus maupun
kartu ucapan.
8.       Bertemu
Paranormal
Nah, agar
hubungan cinta berjalan langgeng, para pasangan juga kerap bertemu dengan
paranormal untuk mengetahui keberuntungan dan nasib percintaan mereka. Ada yang
benar-benar mempercayainya, ada pula yang hanya untuk lucu-lucuan. Namun,
menjadi paranormal dengan membaca kartu, melihat kopi atau teh di dalam gelas,
termasuk profesi yang menjanjikan, apalagi kalau ramalan sering tepat.
 Sumber foto dan info: travel.cnn.com

About admin

Check Also

Samsung luncurkan Gawai yang Bisa dilipat, Selamat Tinggal gawai Tradisional

sumber:koreaherald.com Kejutan baru dari Samsung yang baru saja menghadirkan gawai yang bisa dilipat pertama di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

40 − = 38