Home / Uncategorized / “Bacchus Lady,” Nenek Penjaja Cinta di Korea Selatan

“Bacchus Lady,” Nenek Penjaja Cinta di Korea Selatan

sumber:Youtube, cna insider

      Istilah “Bacchus lady” diambil
dari Bahasa Korea bagkaseu halmeoni, atau pekerja seks lanjut usia. Para nenek
ini memulai pekerjaan ini ketika di atas usia 65 tahun. Alasannya sangat
memprihatinkan, “Kami butuh makan 3 kali sehari.” Kebanyakan dari mereka hidup
sendiri, tidak punya tabungan atau pensiun. Sebagian besar juga sudah banyak
dihingapi penyakit. Biaya hidup makin bertambah namun tidak ada pemasukan sama
sekali.
     Ketika mendengar nama “Korea” banyak orang
yang langsung teringat dengan drama yang menyahat hati, kelakuan konyol acara variety
show
nya, atau gemerlapnya pangung hiburan K-Pop. Namun di balik itu semua,
fenomena lain yang cukup membuat miris adalah prostitusinya. Korea selatan,
merupakan salah satu negara dengan jumlah pekerja seks terbesar di dunia. Di
negara ini juga dikenal istilah “Bacchus lady,” para nenek yang bekerja
menawarkan kehangatan sesaat. Pelangan mereka, umumnya adalah para pria lanjut
usia dan pria-pria kesepian.
     Seperti yang dikutip dari situs bbc.com,
para nenek ini biasanya mulai beroperasi di kawasan stasiun kereta dan taman
kota. Mereka akan terang-terangan menawarkan jasanya kepada para pria. Sama
seperti di Indonesia, sebagai orang tua, mereka selayaknya dihargai dan
ditempatkan pada posisi yang tinggi. Namun, pekerjaan ini membuat para nenek
ini dianggap tidak terhormat.”Aku lapar, aku hanya ingin makan 3 kali sehari,
aku tidak butuh dihormati,” ujar Ny. Lee, salah satu bacchus Lady.
       Biaya hidup di Korea sangat tinggi,
persaingan untuk mendapatkan pekerjaan sangat ketat. Ketika tubuh sudah renta,
tidak ada tempat untuk mendapatkan pekerjaan. “Generasi saat ini berbeda dengan
generasi kami, generasi kini lebih pintar, namun mereka tidak hormat pada orang
tua. Jangan pernah mengandalkan anak-anak untuk mengurusmu. Semua bacchus lady
di sini juga mengalami hal yang serupa,” ujar Ny. Kim, yang juga bacchus
lady
.
       Setiap hari, para nenek ini mulai menjalani
kegiatannya, mereka selalu membawa tas yang isinya adalah jarum suntik berisi
obat “kuat.” Obat ini langsung disuntikan pada klien mereka (kakek) yang sulit
ereksi. Masalahnya, jarum suntik tersebut kerap digunakan berkali-kali, bahkan
bisa 10 sampai 20 kali. Menurut bbc.com, sebuah survey lokal menyebutkan 40%
pria Korea mengindap penyakit seks menular. Tarif  para nenek ini sekitar 20.000 s.d 30.000 won
( US$ 18 s.d 26), harga tersebut masih bisa kurang. Lain lagi dengan Ny. Park,
hidupnya sudah susah sejak ia menikah dan punya anak. Dua anaknya tidak ada
yang melanjutkan sekolah. Pemerintah Korea punya program khsusu untuk memberi
makan para kaum dhuafa, namun karena biaya kesehatan sangat mahal. Nya. Park
terpaksa melakukan pekerjaan ini.
      Sebuah data menyebutkan, 1 dari 2 orang
lansia di Korea hidup dalam kemiskinan. Sekitar 400 nenek bekerja sebagai
penjaja seks komersial.  Hubungan orang
tua dan anak begitu dingin, sehingga banyak orang tua di Korea yang kesepian.
Sumber info: bbc.com, Wikipedia, youtube:cna
insider. Sumber foto: youtube:cna insider

About admin

Check Also

Intip Kantor Generasi 5 G di Korsel, CPU makin Tipis

rapat virtual dengan menggunakan Augmented Media, Koreaherald.com jjaeck9@yna.co.kr/2019-02-13 12:49:59/ SK Telecom Korea, adalah salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 3