Home / Uncategorized / Kebanyakan Mahasiswa Korea Mengaku Salah Jurusan

Kebanyakan Mahasiswa Korea Mengaku Salah Jurusan

      Salah satu faktor utama tingginya angka bunuh
diri di Korea Selatan adalah tingkat tres yang amat besar. Tingkat stress dipicu
oleh antara lain oleh ketatnya persaingan dalam bidang pendidikan dan bisnis,
hutang, penyakit, maupun tuntutan sosial untuk tampil yang terbaik dalam segala
hal. Nah, dalam bidang pendidikan, sebuah survey yang baru-baru ini diluncurkan
memperlihatkan bahwa rata-rata mahasiswa di Korsel merasa tertekan karena
memilih jurusan yang salah.
       Menurut info grafis yang diambil dari sebuah
survey ini, terlihat bahwa sekitar 72,7% mahasiswa di Korea Selatan menyesal
memilih jurusan yang sekarang mereka ambil, sedangkan 27,3% mahasiswa menikmati
masa-masa kuliah mereka. Alasan mereka menyesal ini cukup beragam, ada yang
karena tuntutan dunia kerja walaupun tidak cocok dengan kepribadian sang
mahasiswa. Ada pula yang memilih jurusan karena alasan nilai, mereka memilihnya
karena nilai yang mereka raih hanya cukup untuk jurusan tertentu. Alasan
lainnya adalah karena kampus yang mereka pilih kurang terkenal, terlalu banyak
materi yang harus dipelajari sehingga mereka tidak memiliki keahlian yang
spesifik, kurangnya profesionalisme dan materi yang kurang dibutuhkan oleh industri
kerja. 
     Sementara itu, 59,3% mahasiswa merasa ingin pindah
bidang studi, terutama agar lebih  berhubungan
dengan STEM ( Sains, Teknologi,
Engeneering
dan Matematika). Mahasiswa Korea juga menghabiskan waktu
belajar rata-rata 3,94 jam per hari untuk belajar Bahasa Inggris.
     Di Korea Selatan, agar bisa masuk ke perguruan
tinggi favorit, siswa SMU harus merencanakannya jauh-jauh hari dan menyesuaikan
nilai yang diinginkan oleh perguruan tinggi tersebut. Hal ini sangat sulit,
karena umumnya perguruan tinggi terkenal memiliki standar nilai yang sangat
tinggi. Sebab itu, di bangku SMU, siswa sudah memilih jurusan yang sesuai
dengan bidang di perguruan tinggi. Jika sudah masuk ke perguruan tinggi, maka untuk
mengganti jurusan adalah hal yang sulit. Selain karena biaya pendidikan di
universitas yang tinggi, para mahasiswa ini juga harus memikirkan efisiensi waktu
kuliah dan kemungkinan program studi lain yang mau menerima mereka jika pindah
jurusan. Sistem yang dianggap sangat kaku ini, turut menyumbang tekanan tinggi
pada mahasiswa dan orang-orang dewasa muda di Korea Selatan.
Sumber informasi dan foto: Koreaboo.com

About admin

Check Also

Samsung luncurkan Gawai yang Bisa dilipat, Selamat Tinggal gawai Tradisional

sumber:koreaherald.com Kejutan baru dari Samsung yang baru saja menghadirkan gawai yang bisa dilipat pertama di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 3 =