Home / Uncategorized / Usaha Pemerintah Korsel Untuk Meningkatkan Angka Kelahiran

Usaha Pemerintah Korsel Untuk Meningkatkan Angka Kelahiran

sumber:bbc.com, getty

      Sebuah survey yang dilakukan oleh
Profesor Park Joo-Hyun dari Pusat Kesehatan Boramae di tahun 2014
memperlihatkan baha para wanita usia 20’an melakukan hubungan seks 3,52 kali
per bulan. Survey yang dilakukan terhadap 516 perempuan ini dianggap cukup
akurat, dibandingkan tahun 2004 yang jumlahnya 5,67.
     Sedangkan para wanita yang berusia
30’an, melakukan hubungan seks 4,18 dalam sebulan, tahun      2004 justru berada
pada posisi 5,31. Sementara itu, frekuensi hubungan seks per bulan yang
dilakukan oleh wanita berusia 40’an adalah 3,69 sedangkan di tahun 2004 berada
pada angka 3,22.
“rata-rata usia wanita yang
menikah meningkat menjadi 29,6 di tahun 2014 dari 27,5 di tahun 2004,” ujar Park.
“Kami berasumsi, salah satu menyebabnya adalah banyak pasangan yang telat
menikah di usia akhir 30’an, sehingga frekuensi hubungan pasutri di antara wanita usia 20 hingga 30
tahun menurun.”
      Berhubungan
dengan survey di atas, Pemerintah Korea akan berkosentrasi untuk menggenjot
angka kelahiran bayi. Angka kelahiran bayi Korsel yang rendah sudah tentu akan
berpengaruh dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini disampaikan oleh Menteri
Keuangan Korea Selatan.
       “Rendahnya
angka kelahiran membuat pemerintah harus bekerja keras saling bahu membahu.” Ujar
Menteri Keuangan Korsel, Kim Dong-yeon pada acara peresmian sebuah daycare
di  baratdaya Seoul. “Untuk meningkatkan angka
kelahiran, pemerintah harus berupaya, termasuk mengurangi jam kerja pegawai dan
membantu masyarakat mendapatkan keseimbangan hidup.”
        Untuk
kelancaran program ini, serangkaian kerjasama khusus dengan Kementerian Tenaga
Kerja, Kementerian Kesetaraan Gender tengah dijajaki. Tidak lupa program ini
melibatkan para guru dan kontribusi orangtua. Isu ini merupakan isu penting
pemerintah Korsel untuk meningkatkan perekonomian. Saat ini di Korsel, pasangan
usia jumlahnya lebih banyak. Banyak kalanga 
yang khawatir ini akan meningkatkan jumlah anggaran pemerintah.
       Untuk
menarik pasangan agar menikah dan memiliki anak, berbagai program ditawarkan
oleh Pemerintah Korsel, salah satunya subsidi untuk anak dan tunjungan bagi
wanita hamil. Bagi pasangan yang ingin memiliki anak lagi, juga ada tawaran
menarik lain. Namun, rangsangan dari pemerintah tidak terlalu menarik perhatian
masyarakat. Tahun 2016,
angka kelahiran bayi di Korea Selatan hanya 406,300 jiwa. Jumlah ini juga
menunjukkan angka kesuburan yang rendah selama 7 tahun terakhir. Sumber info (yonhapnews.co.kr)

About admin

Check Also

Intip Kantor Generasi 5 G di Korsel, CPU makin Tipis

rapat virtual dengan menggunakan Augmented Media, Koreaherald.com jjaeck9@yna.co.kr/2019-02-13 12:49:59/ SK Telecom Korea, adalah salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + 2 =